Peninggalan Kerajaan Nan Sarunai

Posted on

Peninggalan Kerajaan Nan Sarunai – Kerajaan Nan Sarunai berada di pulau Kalimantan. Kerajaan ini diperkirakan berdiri pada 1309. Untuk lebih jelasnya mari simak penjelasan berikut.

Peninggalan Kerajaan Nan Sarunai
Peninggalan Kerajaan Nan Sarunai

Di pulau kalimantan ada sebuah kerajaan yang diperkirakan sudah berdiri sejak zaman prasejarah. Jauh lebih tua dibandingkan dengan kerajaan majapahit. Kerajaan Nan Sanurai diperkirakan berdiri pada 1309.

Nan Sanurai didirikan oleh orang Dayak Maayan, yang merupakan salah satu sub suku dayak tertua di Nusantara. Nan Sarunai dipercaya bedrada di Amuntai, salah satu daerah yang terletak di pertemuan Subgai Tabalong, Sungai Balangan, dan Sungai Negara yang berada di muara Laut Jawa. Daerah tersebut berada 190 km dari Banjarmasin, Ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan pada saat ini.

Masa kejayaan kerajaan Nan Suranai berakhir setelah datangnya  pasukan Majapahit dari Jawa pada pertengahan abda ke-14 M. Pada saat kerajaan Nan Sarunai diruntuhkan orang-orang Dayak Maanyan terpecah belah.

Namun kerajaan ini menjadi cikal bakal kesultanan Banjar.Namun kerajaan Nan Sarunai masih diperdebatkan apakah sudah layak disebut sebagai kerajaan atau tidak. Selain itu pemerintahan di Nan Sarunau berlangsung cukup lama.

Berikut ini merupakan  bukti-bukti peninggalan sejarah kerajaan Nan Sanurai:

1. Di kota Banjarmasin terdapat peninggalan suku Dayak Ma’ayan

Di kota Banjarmasin terdapat peninggalan suku Dayak Ma’ayan yaitu tonggak kayu yang dinamai oleh masyarakat Ma’ayan “Hujung Panti”, benda ini digunakan orang ma’ayan kuno untuk memandikan anak yang baru lahir di sungai Mubur Walenon. Tonggak kayu tersebut dipakai sampai abad ke-14, yang berada di barat laut di kota Banjarmasin.

2. Terdapat Tiang Bekas Rumah Kuno

Banyar Kayutangi merupakan kebun buah yang diduga sebagai tempat tinggal orang ma’ayan sampai dengan abad ke-16. Di tempat ini masih ada tiang pada rumah kuno yang dibuat dari kayu besi masih tersisa hingga saat ini. Tempat ini terletak di kota Banjarmasin.

3. Ditemukan Balontang dan Makam Kuno

Ditemukan Balontang dan juga makam kuno yang terbuat dari kayu besi yang terdapat di Liang Anggang. Balontang merupakan adat orang Ma’ayan simbol dari arwah yang telah meninggal dan mengadakan pesta adat dengan sempurna.

4. Terdapat Penyimpanan Benda Pusaka

Di Gunung Pharmaton atau biasa dikenal gunung Madu ma’ayan merupakan tempat penyimpanan benda pusaka dari  kerajaan Nansarunai yang telah dirampas kembali dengan Tanjung Negara di tahun 1362.

5. Terdapat Peninggalan Kuno

  • Makam Raja Anyan atau Am’mah Jarang yang terkenal dalam sejarah tulisan orang Ma’ayan. Terletak dibelakang masjid dua Benua Lawas. Di sumur tua tempat Raden Anyan gugur ditumbak oleh Laksamana Nala yang tertutup di lantai masjid tersebut.
  • Terdapat pohon kamboja yang besar-besar sebanyak tujuh pohon yang terletak di belakang masjid sebagai peringatan moksanya tujuh orang putera Raden Anyan yaitu: Jarang, Panning, Idong, Engkai, Lin, Bangkas, dan Engko.
  • Terdapat sumur tua yang berada di sekitar kecamatan Banua Lawas. Sumur ini disebut Sumur Am’mah Jarang yang merupakan nama kecil Raja Raden Anyan digunakan khusus bagi anggota kerajaan Nan Sarunai.
  • Terdapat kain Sindai yang berada di dalam masjid yang berasal dari tenunan India yang dibeli ketika perdagangan berlangsung dari Kalimantan Selatan hingga pulau Madagaskar dilepas pantai Timur Benua Afrika.
  • Piring celedon, kenong, guci, dan gong yang merupakan tempat pengawetan daging dengan cara tradisional Ma’ayan yang disebut dengan Wadi. Katammu’ng merupakan gendang panjang yang telah diamankan oleh pihak kebudayaan setempat.
  • Di halaman masjid tua terdapat dua buah tempayan kuno yang dipakai untuk keperluan menyimpan air wudhu.
  • Disebelah kanan serambi depan masjid terdapat Lewu Hiyang. Benda ini digunakan untuk menaruh sesajen kepada roh para leluhur sewaktu pesta adat bontang.

6. Terdapat Sebuah Goa

Disuatu tempat didaerah Burung-Lapas terdapat goa dan tanah yang ditumbuhi pepohonan yang diduga sebagai tempat pemukiman Nan Sarunai pada abad ke-13. Mereka belum mengetahui sistem pemerintahan raja. Nan Sarunai lalu dipindahkan ke Daerah Banua Lawas. Di tempat ini lah baru ada sistem pemerintahan yang berbentuk kerajaan. Pada saat ini juga lahir hukum adat yang digunakan oleh orang Ma’ayan hingga saat ini.

7. Adanya Pusat Tempat Tinggal

Di Pulau Kadap merupakan tempat tinggal yang merupakan pusatnya prajurit-prajurit Nan Sarunai sebelum terjadinya perang Nan Sarunai yang kedua pada tahun 1362.

8. Di Banyu Hirang diselatan kecamatan Danau Panggang terdapat

  • Terdapat beberapa kuburan massal yang dinamakan Tambak. Tambak merulaka tempat penguburan para prajurit Nan Sarunai dan juga Majapahit yang merupakan korban perang pada desember tahun 1362.
  • Di tahun 1953 ditemukan penjala ikan yang bernam Abdullah Wahad yang merupakan tiang kapal yang tertimbun lumpur sedalam 1m dari permukaan air. Tempat menjala ikan tersebut berada di sebuah danau yang dinamakan Telaga Silaba di bagian selatan Kabupaten Hulu Sungai.

9. Terdapat Candi Laras

Pada daerah Margasari ada sebuah candi Laras yang digunakan untuk tempat pemujaan pada agama Hindu. Di tempat ini juga terdapat sebiah patung batu yang berwujud kepala babi yang digunakan orang Ma’ayan sebagai prasasti pada tahun 1362.

10. Terdapat Pemukiman tempat Bekas Prajurit

Kota Negara merupakan tempat tinggal bekas para prajurit Majapahit yang merupakan orang -orang Majapahit, Madura, Bugis, dan juga Nan Sarunai. Setelah perang selesai pada bulan desember tahun 1362 di tempat ini terdapat:

  • Orang- orang  yang berada ditempat ini bisa membuat kapal dan peralatan rumah tangga dan juga alat kebutuhan kehidupan sehari-hari.
  • Mereka juga dapat membuat kenong, tembikar, gamelan dangelang yang digunakan untuk tarian wadian Dadas dan Bawo. Pada gamelan mereka membuat lima nada yaitu do, re,mi sol dan la. Nada-nada ini lah yang digunakan oleh orang Ma’ayan.
  • Di tempat ini juga terdapat sumur yang kuno yang merupakan airnya berwarna merah yang disimbolkan sebagai prasasti pada peristiwa perang yang terjadi pada Desember tahun 1362.

Demikian penjelasan tentang peninggalan kerajaan Nan Sarunai semoga bermanfaat untuk anda. Dan bisa dijadikan bahan referensi bacaan anda. Terima kasih telah mengunjungi website kami. Baca juga artikel dibawah ini:

Rate this post