Alhamdulillah Ala Kulli Hal

Posted on

Alhamdulillah ala kulli hal (الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ) – Sebagai umat muslim, kita harus senantiasa bersyukur dan memuji kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik ketika diberikan kesenangan maupun kesusahan (musibah).

Dalam mengungkapkan rasa syukur dan memuji Allah Swt ketika di berikan kesusahan atau musibah ini, seperti yang di pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam yakni mengucapkan ‘Alhamdulillah Ala Kulli Hal’.

Mengapa di saat diberikan musibah kita harus tetap bersyukur dan memuji Allah? Lantas apa arti dari Alhamdulillah Ala Kulli Hal?. Nah, untuk itu langsung saja kita pelajari bersama pembahasan di bawah ini.

Alhamdulillah Ala Kulli Hal
Alhamdulillah Ala Kulli Hal

Alhamdulillah Ala Kulli Hal

Alhamdulillah Ala Kulli Hal
Alhamdulillah Ala Kulli Haal

Alhamdulillah Ala Kulli Hal ini adalah ungkapan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam setiap keadaan, keadaan yang di maksud cenderung mengarah kepada sesuatu yang tidak disukai yang menimpa diri seseorang.

Sebagaimana hadits berikut ini :

Dari Aisyah R.a, Rasulullah apabila menyaksikan hal-hal yang beliau sukai (menyenangkan) maka beliau mengucapkan “ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ ” “Alhamdulillah alladzi binimatihi tatimmus shalihat”. Sedangkan apabila beliau menyaksikan hal-hal yang disukai (tidak menyenangkan), maka beliau saw mengucapkan “ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ” “Alhamdulillah ‘ala kulli hal” [HR Ibnu Majah]

Arti Alhamdulillah alladzi binimatihi tatimmus shalihat (Tulisan Arab ; الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ )” adalah : “Segala puji bagi Allah, dengan kenikmatan dari-Nya menjadi sempurna semua amal kebaikan. 

Arti Alhamdulillah ‘ala kulli hal (Tulisan Arab; الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ)” adalah “Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan”.

Keadaan terakhir inilah yang merupakan tingkatan tertinggi dalam mengahadapi suatu musibah atau hal-hal yang tidak menyenangkan yaitu seseorang malah mengucapkan syukur atas musibah yang menimpa dirinya.

Keadaan seperti ini yang didapati oleh hamba Allah yang senantiasa bersyukur kepada-Nya, seseorang tersebut melihat bahwa di balik musibah dunia yang menimpa dirinya ada lagi musibah yang lebih besar yakni musibah agama.

Karena tentu saja musibah agama lebih berat daripada musibah dunia karena siksaan di dunia masih lebih ringan jika dibandingkan dengan siksaan di akhirat kelak.

Karena setiap keadaan dalam hal ini adalah musibah, dapat menghapuskan dosa-dosa maka orang semacam ini tentunya akan bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena dia telah mendapatkan tambahan kebaikan dari Allah Azza wa Jalla.

Mengapa disebut kebaikan? karena setiap apa-apa yang menimpa seseorang berupa musibah apa pun namun seseorang tersebut ridho menerimanya, maka musibah tersebut akan menjadi penyebab terhapus nya dosa-dosa orang itu sendiri. Sebagaimana hadist berikut ini .

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya ;

Tidaklah rasa capek, rasa sakit, rasa sedih, kekhawatian, bahaya, kesusahan menimpa seorang muslim hingga duri yang menusuknya kecuali Allah menghapus dosa-dosanya dengan musibah tersebut.” [HR. Bukhari no. 5641]

Penggunaan Kata Alhamdulillah

Kita sebagai umat muslim sudah sepatutnya untuk senantiasa bersyukur atas segala yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita baik itu hal-hal yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan.

Dalam pengungkapan rasa syukur ini kita sering kali mengucapkan kata “Alhamdulillah”. Nah, berikut ini adalah kalimat yang di awali dengan mengucapkan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah).

  • Alhamdulillah – الْحَمْدُ للَّهِ – Segala puji bagi Allah
  • Alhamdulillah ‘ala kulli hal – الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ – Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan.
  • Alhamdulillah alladzi binimatihi tatimmus shalihat – الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ – Segala puji bagi Allah, dengan kenikmatan-Nya menjadi sempurna semua amal kebaikan. 
  • Alhamdulillahi rabbil ‘alamin – اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ – Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
  • Alhamdulillah Wa Syukrulillah – الْحَمْدُ لله وَ شُكْرُ لله – Segala puji bagi Allah, dan syukuran kepada Allah

Keadaan Manusia dalam Menghadapi Musibah

Beberapa ‘Ulama menyebutkan bahwa seseorang dalam menyikapi atau menghadapi musibah ada empat keadaan. Apa saja itu? simak penjelasan berikut ini ;

  • Keadaan pertama ; murka atau marah, seseorang menampakkan rasa murka atau marah baik pada lisan, hati maupun anggota badannya.
  • Keadaan kedua : sabar, dengan menahan diri dengan bersabara atas musibah yang dihadapi atau yang sedang menimpahnya.
  • Keadaan ketiga : ridha terhadap musibah, seseorang merasa lapang hatinya meski pun ada musibah yang menimpahnya, dia benar-benar ridha dan seakan-akan tidak ada hal apa-apa.
  • Keadaan keempat : bersyukur kepada Allah meskipun ada musibah yang menimpanya. Keadaan yang seperti inilah yang di contohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai ” Arti Alhamdulillah Ala Kulli Hal“. Semoga kita menjadi hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai hamba yang senantiasa bersyukur dan memuji kepada-Nya. Aamiin..

Baca Juga :