Alat Ukur Panjang

Posted on

Alat Ukur Panjang – Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal berbagai macam ukuran. Salah satu ukuran yang sering kita temui adalah panjang. Ukuran panjang tidak memiliki batas dan sering kali digunakann untuk mengukur panjang meja, baju dan lain-lain.

Dengan adanya ukuran yang jelas maka seluruh kebutuhan dapat berjalan dengan lancar dan lebih mudah. Panjang merupakan salah satu besaran pokok dalam ilmu fisika yang mempunyai alat ukur nya sendiri. Satuan yang digunakan dalam panjang antara lain, milimeter, sentimeter,dan meter.

Pada kesempatan kali ini YukSinau.co.id akan membahas tentang alat ukur panjang secara lengkap dan detail, mulai dari pengertiannya hingga penggunaannya. Untuk lebih lanjut mari kita simak pembahasan berikut ini.

Alat Ukur Panjang

Alat Ukur Panjang

Alat ukur panjang merupakan alat atau instrument yang dipakai untuk menghitung panjang suatu benda, satuan dalam besaran panjang yang umum digunakan adalah meter dan senti meter. Contoh alat ukur panjang yang sering digunakan adalah mistar dan meteran.

Jenis-Jenis Alat Ukur Panjang

Dalam kehidupan sehari-hari terdapat alat ukur panjang yang dipakai, beberapa diantara nya adalah meteran, jangka sorong,miktomter sekrup,mistar dan masih banyak lagi.

Berikut ini adalah penjelasan tentang beberapa jenis alat ukur panjang yang sering di gunakan di kehidupan sehari-hari.

Mikrometer Sekrup

Mikrometer sekrup adalah alat ukur panjang yang digunakan untuk mengukur panjang diamter luar suatu benda. Mkirometer sekrupp mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 0,01 milimeter atau jauh lebih tinggi jika dibandingkan denga jangka sorong.

Mikrometer sekrup mempunyai beberapa bagian, berikut ini merupakan bagian-bagian dari mikrometer sekrup beserta dengan penggunaannya.

  • Bingkai (Frame)
    Bagian bingkai atau yang kerap disebut dengan bagian frame miktrometer merupakan bagian yang mempunyai bentuk seperti huruf C atau huruf U yang terbuat dari bahan logam yang tahan panas, tebal dan kuat.

    Hal tersebut bertujuan suapaya busa meminimalisir terjadinya peregangan yang bisa mengganggu jalannya proses pengukuran pada sebuah benda.
  • Poros Tetap (Anvil)
    Bagian berikutnya yaitu poros tetap atau yang dikenal juga dengan istilah anvil. Bagian ini berfungsi untuk menahan benda pada saat benda tersebut akan dikur dengan mikrometer sekrup.
  • Poros Gerak (Spindel)
    Bagian mikrometer sekrup yang berikutnya adalah poros gerak atau yang dikenal juga dengan spindel. Poros gerak adalah sebuah silinder yang bisa digerakkan menuju ke poros tetap mikrometer.
  • Pengunci (Lock Nut)
    Bagian Mikrometer Sekrup yang keempat adalah Pengunci (lock) yang berungsi untuk menahan Poros Gerak supaya tidak bergerak ketika proses pengukuran pada sebuah benda.
  • Skala Utama (Sleeve)
    Bagian pada mikrometer sekrup yang kelima adalah skala utama yang disebut juga dengan Sleeve yang mana merupakan tempat terletaknya Skala Utama dengan satuan Milimeter (mm).
  • Skala Putar (Thimbel)
    Bagian mikrometer sekrup yang keenam adalah skala putar. Skala putar adalah skala putar yang berfungsi sebagai tempat skala nonius mikrometer berada.
  • Ratchet Knob
    Ratchet knob adalah bagian mikrometer sekrup yang digunakan untuk berfungsi memutar poros gerak pada saat ujung poros gerak sudah mendekat pada benda yang akan diukur, dan dipakai untuk mengencangkan poros gerak tersebut hingga terdengar bunyi suara.

    Hal tersebut berfungsi untuk memastikan bahwa Ujung Poros Gerak telah menempel dengan sempurna pada benda yang akan diukur maka Ratchet Knob tersebut harus diputar sebanyak dua sampai tiga putaran.

Penggaris

Alat Ukur Panjang

Penggaris adalah alat ukur panjang yang sering kali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pada umumnya penggaris terbuat dari bahan kayu , plastik dan besi. Penggaris mempunyai fungsi utama sebagai alat ukur panjang dan menggambar garis lurus.

Pada saat melakukan pengukuran dengan menggunakan penggaris, maka arah pandangan kita harus tegak lurus dengan skala yang ada pada penggaris dan benda yang diukur. Jika pandangan tidak tegak lurus maka akan menyebabkan kesalahan pada pengukurannya, bisa lebih kecil atau lebih besar dari ukuran aslinya.

Penggaris juga memiliki banyak jenis seperti penggaris segitiga , penggaris siku , penggaris pola (biasanya digunakan dalam proses manjahit). Harga penggaris ini bervariasi tergantung dari ukuran dan kualitas bahan yang digunakan.

Alat ukur ini mempunyaiskala terkecil 1 mm atau 0,1 cm. Mistar mempunyai ketelitian pengukuran setengah dari skala terkecilnya yaitu 0,05 cm.

Meteran

Alat Ukur Panjang

Meteran adalah alat ukur panjang yang dibuat dengan bahan fleksibel yang dapat digulung dan mudah untuk dibawa kemana mana. Meteran pada umumnya digunakan sebagai alat bantu untuk mengukur objek yang besar dalam pertukangan dan juga sebagai alat untuk mengukur tanah, lebar jalan dan bangunan.

Meteran yang sering dipakai dalam pertukangan disebut roll meter yang dibuat dengan menggunakan bahan plat besi tipis yang pada umumnya mempunyai panjang 3 – 10 meter. Sedangkan meretan yang biasa digunakan mengukur tanah dan bangunan dikenal dengan nama meteran fiber atau meteran roll yang terbuat dari bahan pita plastik yang umumnya memiliki panjang hingga 50 meter.

Meteran memiliki ketelitian sampai 0,5mm. Pada umumnya meteran memakai satuan mm satau cm dan memekai satuan feet atau inch.

Jangka Sorong

Alat Ukur Panjang

Jangka sorong adalah alat ukur panjang yang biasa dipakai untuk mengukur diameter suatu benda. Jangka sorong ditemukan oleh seorang ahli teknik yang bernama Pierre Vernier. Jangka sorong disebut juga dengan Vernie Capiler.

Seiring perkembangan zaman jangka sorong berkembang dengan di lengkpai papan digital. Hal tersebut bertujuan  untuk memudahkan diameter baik diameter dalam maupun diameter luar dan ketebalan suatu benda. Angka yang muncul akan berbentuk digital bukan dalam manual.

Berikut ini merupakan bagian-bagian dati jangka sorong.

  1. Rahang luar, berfungsi untuk mengukur bagian luar benda.
  2. Rahang dalam, berfungsi untuk mengukur bagian dalam benda.
  3. Pemeriksa kedalaman, berfungsi untuk mengukur kedalaman lubang.
  4. Skala utama (centimeter)
  5. Skala utama (inci)
  6. Skala nonius (centimeter)
  7. Skala nonius (inci)
  8. Alat penahan, berfungsi untuk menahan pergeseran.

Skala panjang yang ada pada rahang tetap merupakan skala utama, sedangkan skala pendek yang ada pada rahang geser merupakan skala nonius atau vernier. Skala utama mempunyai skala dalam cm dan mm. Dan skala nonius mempunyai panjang 9 mm dan dibagi dengan 10 skala.

Sehingga beda satu skala nonius dan satu skala di skala utama adalah 0,1 mm atau 0,01 cm. Jadi, dapat disimpulkan bahwa skala terkecil pada jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 cm. Dan ketidak pastian pada jangka sorong adalah 0,005 cm atau 0,05mm.

Keunggulannya yang dimiliki jahka sorong adalah selain lebih memudahkan pengukuran juga hasil yang di hasilkan kebih akurat. Selain dipakai dalam bidang kontruksi bangunan, jangka sorong sering dipakai pada bidang teknik mesin mauoun bengkel.

Height Gauge

Alat Ukur Panjang

Height gauge merupakan alat ukur panjang yang digunakan untuk mengukur tinggi suatu benda terhadap suatu bidang acuan dan dapat juga untuk memberikan tanda goresan dengan cara berulang terhadap benda kerja proses permesinan. Jenis yang pertama kerap kali dipakai pada dokter operasi untuk mengukur tinggi seseorang.

Height gauge mempunyai dua buah kolom berulir. Alat ukur ini dipakai dalam pekerjaan metrologi atau logam untuk mengukur jarak tegak. Untuk meningkatkan keakuratan dalam pengukuran adalah dengan mengurangi defleksi pada benda kerja, height gauge kerap kali dipasangkan ke dual probe dial indicator.

Dial Gauge Indikator

Alat Ukur Panjang

Komponen-komponen dari Dial Gauge Indikator adalah jarum ukur dan dilengkpai dengan alat yang  bisa menopang contohnya blok alas magnet, penjepit dan penyangga. Dial Gauge Indikator memiliki dua skala yaitu skala yang besar yang terdiri dari 100 strip dan skala yang kecil. Pada skala besar tiap stripnya mempunyai nilai 0,01 mm.

Pada saat jarum oanjang berputar 1 kali penuh maka hal tersebut menunjukkan bahwa hasil pengukuran tersebut 1mm dan skala kecil adalah penghitung putaran dari jarum panjang di skala yang besar.

Seperti contohnya, apabila jarum panjang di skala besar bergerak sejauh 7 strip sedangkan jarum pada skala kecil bergerak di skala 3 maka hasil dari pengukuran tersebut adalah 3,07 mm. Hasil dari pengukuran tersebut dapat diperoleh dari : 

         * Skala pada jarum panjang dibaca : 7 x 0,01 mm = 0,07 mm

         * Skala pada jarum pendek dibaca : 3 x 1 mm = 3 mm

         * Maka hasil pengukurannya adalah 0,07 mm + 3 mm = 3,07 mm.

Demikianlah penjelasan kami tentang “Alat Ukur Panjang” semoga dapat bermanfaat sebagai bahan pembelajaran fisika. Untuk mengetahui materi fisika lainnya kunjungi artikel dibawah ini.

Artikel Lainnya :

Rate this post